Menu Tutup

Barcelona Hanya Bermain Politik Melawan La Liga Dalam Melepas Messi

Barcelona baru saja membuat kehebohan besar karena merilis pernyataan berpisah dengan Lionel Messi. Namun, jurnalis Football Italia, Susy Campanale melihat kasus ini sebagai permainan politik Bercelona dengan La Liga belaka.

Barcelona sebenarnya memiliki kesempatan untuk bisa mendapatkan dana dan mengontrak Lionel Messi. Namun, klub asal Catalan itu memilih menolak dana pinjaman dari CVC Capital Partners yang sudah bekerja sama dengan La Liga.

La Liga telah mengumumkan bahwa mereka mendapatkan investasi baru dari CVC dalam jumlah besar. Dari kesepakatan itu, Barcelona bisa mendapatkan kucuran dana hingga 230 juta pounds.

Barcelona juga sempat sangat optimis bisa memberikan kontrak baru kepada Lioner Messi. Joan Laporta telah mengonfirmasi hal tersebut.

Messi juga telah sepakat dengan kontrak lima tahun dan pemotongan gaji sebesar 50 persen. Namun, pada Jumat 6 Agustus 2021 dini hari, Barcelona mengumumkan melepas La Pulga.

Beberapa waktu sebelumnya, Barcelona juga merilis pernyataan menolak kesepakatan La Liga dengan CVC terkait dana investasi.

Javier Tebas, presiden La Liga, membuat pengumuman bahwa mereka sepakat dengan CVC untuk mendapat investasi.

Namun, Tebas sendiri mendapatkan protes dari Real Madrid dan Barcelona. Kedua klub kompak menolak investasi CVC.

CVC memang menawarkan dana besar pada La Liga. Namun, klub – klub berpotensi kehilangan pemasukan besar.

Sebab, CVC akan memotong penghasilan hak siar sebesar 11 persen selama 50 tahun ke depan sebagai kompensasi dari pinjamannya.

Di Italia, Serie A menolak skema yang ditawarkan oleh CVC. Pada proses negosiasi, Serie A dipimpin Andrea Agnelli yang juga presiden Juventus.

Juventus, Barcelona, dan Real Madrid adalah tiga tim yang bersekutu untuk proyek Liga Super Eropa. “Itulah mengapa mereka menolak investasi besar ke liga domestik,” tulis Susy Campanale di Football Italia.

Barcelona mendapat dukungan dari banyak pihak dalam kasus kontrak Lionel Messi. Bukan hanya dari fans, namun juga klub La Liga.

Presiden Getafe, Angel Torres, sudah meminta La Liga melontarkan aturan Batasan gaji agar Messi bisa didaftarkan Barcelona.

Menurut Torres, Messi merupakan representasi dan nilai jual La Liga. Messi tidak boleh pindah ke mana pun.

Messi mungkin adalah alat bagi Barcelona untuk menyerang La Liga. “Pernyataan Barcelona tentang Messi mungkin merupakan cara lain untuk menekan La Liga agar melonggarkan peraturan mereka (soal pendaftaran pemain),” kata Campanale.

Pada pernyatan resminya, Barcelona secara tegas ingin memperpanjang kerja sama dengan Messi. Begitu pula Messi, ia juga ingin bertahan di Barcelona. Selanjutnya, Barcelona seperti menyalahkan La Liga atas regulasi yang dibuat.

“Ini [kontrak baru Messi] tidak dapat terjadi karena peraturan La Liga Spanyol tentang pendaftaran pemain,” tulis Barcelona.

“Akibat situasi ini, Messi tidak akan bertahan di FC Barcelona. Kedua belah pihak sangat menyesal bahwa keinginan pemain dan klub pada akhirnya tidak akan terpenuhi,” bunyi pernyataan resmi klub.